Sejarah dan Visi Misi

Profil Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an

Bandung

Sejarah Singkat

Sejarah Pesantren Tahfizh Daarul Quran Bandung tak bisa dilepaskan dari kiprah dakwah KH. Yusuf Mansur, yang fokus mengajak umat Islam untuk lebih mencintai Al-Quran dan gemar bersedekah. Di awal tahun 2000, KH. Yusuf Mansur memulai dakwahnya setelah berhijrah dari permasalahan hidup yang membelitnya. Memulai dakwah dengan memperbaiki diri sendiri, yaitu dengan cara menghafal Al-Quran. Selain untuk dirinya sendiri, kerabat dekatnya juga diajak untuk melakukan amalan mengafal Qur’an, atau yang biasa disebut dengan Tahfizh Al-Qur’an.

Al-Qur’an merupakan landasan pokok dalam memahami ajaran Islam. Jika kembali ke zaman keemasan Islam, pondasi Tahfizh (menghafal) Al-Qur’an yang kuat menjadi pijakan banyak ulama. Salah satu contoh adalah Imam Syafi’i, beliau adalah seorang pendiri mazhab Syafi’iyyah yang sangat berpengaruh di Indonesia, di usia 7 tahun beliau telah hafal al-Quran. Kemudian Ibnu Sina, seorang bapak kedokteran dunia, yang telah hafal al-Qur’an sejak usia 9 tahun. Hal tersebut menunjukkan bahwa Tahfizh Al-Qur’an sangat penting sebagai fondasi keilmuan di bidang agama dan keilmuan lainnya. Para ulama terdahulu mensyaratkan hafalan Al-Qur’an sebagai awal pembelajaran sebelum mempelajari ilmu-ilmu lain.

Berdasarkan hal tersebut di atas, pada tahun 2005 KH. Yusuf Mansur bersama jamaah Wisata Hati mendirikan Pesantren Tahfizh Qur’an di Bulak Santri-Tangerang. Kemudian melalui Yayasan Daarul Qur’an Indonesia yang dibentuknya meminta izin ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk para santru agar dapat belajar tidak perlu ke luar dan tetap berada di dalam pesantren. Maka lahirlah SMP Islam Daarul Qur’an, dengan 20 santri awal yang hasil seleksi dari tim Wisata Hati. Tahun pertama delapan santri, tahun kedua 20 santri. Untuk menghidupi para santri diluncurkanlah oleh tim Wiasata Hati yaitu Program Pembibitan Penghafal Al-Qur’an (PPPA) yang sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia ini pada tahun 2006.

PPPA Daarul Qur’an mulai mengalami perkembangan dan kemajuan walaupun dibangun dengan penuh kesederhanaan, secara perlahan namun pasti. Program utamanya membibit dan mencetak penghafal Al-Qur’an.  Tanggal 29 Maret 2007, PPPA Daarul Qur’an mulai diresmikan dan launching sebagai lembaga nirlaba yang didirikan oleh KH. Yusuf Mansur dan Wisata Hati. Melalui program pendirian Pesantren Tahfizh yang digulirkan oleh PPPA Daarul Qur’an, tahun 2007 juga mulai pembangunan Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an mulai berjalan dari Pesantren Tahfizh Bulak Santri dan kampung Ketapang di Tangerang hingga pembangunan menyebar di berbagai daerah di Indonesia.

Pada tahun 2008, Akhirnya KH. Yusuf Mansur mengembangkan pesantren menjadi pesantren bertaraf Internasional, berdirilah Sekolah Daarul Qur’an Internasional (SDQI) yang bertempat di Jl. Thamrin Ketapang, kelurahan Ketapang Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Pesantren yang mencakup jenjang SMP-SMA dengan menggunakan Cambridge Curriculum dalam pelajaran Math, Science, English dan IT. Tingkat Primary (SD) menggunakan IB Curriculum dan DIKNAS, serta tingkat TK menggunakan berkurikulum PAUD.

Sekolah Daarul Qur’an Internasional Banundsemula berawal di Ketapang Tangerang, dimulai dengan menggunakan kurikulum Cambridge ketika pembangunan bangunan infrastruktur maka oleh karena itu dipindahkan sementara ke daerah Bandung tepatnya di Graha 11 Gegerkalong Kecamatan sukasari dibangunan milik KH Abdullah Gymnastiar. Pada awal tahun 2009 SMA Daarul Qur’an masih menggunakan kurikulum Cambridge tetapi secara perlahan mengarah ke kurikulum Nasional Indonesia pada Tahun 2010 dan tahun selanjutnya Kurikulum utama menggunakan Kurikulum tingkat Satuan Pendidikan dan kurikulum Cambridge sebagai pilihan. Setelah berjalannya waktu ternyata SMA Daarul Qur’an tidak kembali ke Ketapang Tangerang, tetapi menjadi pelebaran sayap Daarul Qur’an di Daerah Bandung dan sekarang bertempat tetap dengan Wakaf dari Jamaah didaerah Ujung Berung yaitu bertempat di Jalan Nagrog no 85 kampung Ciwaru Kelurahan Pasanggrahan Kecamatan Ujung Berung Kota Bandung Provinsi Jawa Barat. dq