Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Bandung Gelar Upacara Hari Pahlawan 2019

 

Bandung – DaQu News 11 November 2019

Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Bandung pada Senin pagi (11/11) menggelar upacara pengibaran bendera memperingati Hari Pahlawan 2019. Mengusung tema “Aku Pahlawan Masa Kini” berlangsung sangat khidmat. Bertindak sebagai Pembina upacara adalah Kepala SMP Daarul Qur’an Bandung S.Pd.I., M.Pd., diikuti seluruh civitas Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Bandung

Jika kembali menelisik sejarah peringatan hari pahlawan berdasarkan perlawanan arek-arek Surabaya yang dipimpin oleh Bung Tomo yang “gerah” melihat tentara sekutu ingin kembali menjajah Indonesia. Kemudian bung Tomo membakar semangat pemuda Surabaya berdasarkan fatwa resolusi jihad yang didapatkan sowan kepada Hadratusyaih Hasyim Asy’ary untuk kembali mengusir tentara sekutu dari tanah Indonesia.

Dalam sambutannya, pembina upacara menekankan tentang pentingnya peran pahlawan bangsa dan makna serta sejarah peringatan hari pahlawan. Hal ini sesuai dengan perjuangan para pahlawan yang meraih dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Peringatan hari pahlawan dimulai tahun 1959 dengan diterbitkannya keppres oleh presiden Soekarno. Ini menjadi awal komitmen Negara dalam menghargai perjuangan para pahlawan, yang telah berjuang untuk bangsa dan Negara dalam meraih dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia”. Ungkapnya.

Untuk mencapai kemerdekaan itu memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pendahulu negeri. Semangat yang ditunjukkan para pahlawan dan pejuang tersebut hendaknya perlu terus ditumbuhkembangkan.

“Peran santri adalah melanjutkan tonggak perjuangan para pahlawan, karena santriu kelak yang akan memimpin bansa ini dalam mengisi kemerdekaan dan terus menjaga cita-cita luhur para pahlawan,’’ujar Pembina upacara.

Di Kahir sambutannya Pembina upacara mengajak mengajak para peserta upacara untuk mendoakan para pahlawan yang telah gugur di medan perang dalam upacara mempertahkan kemerdekaan, maupun guru yang pahlawan tanda jasa yang telah mengajarkan sejak kecil hingga saat ini.

Demi menambah Suasana hari pahlawan lebih khidmat, dibacakanlah pidato Bung Tomo yang sangat fenomenal oleh petugas upacara.

“Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah keadaan genting!. Tetapi saya peringatkan sekali lagi. Jangan mulai menembak, Baru kalau kita ditembak, Maka kita akan ganti menyerang mereka itukita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka. Dan untuk kita saudara-saudara. Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap: merdeka atau mati!”. Kutipan pidato bung tomo yang dibacakan oleh Arya Surya.(A.F)

Author: ar.daqu