Menjadi Santri, Menjadi Seorang Entrepreneur

Menjadi santri, berarti menjadi mandiri. Karena pelajaran utama menjadi seorang santri adalah tentang kemandirian, hidup jauh dari rumah dan tanpa orang tua yang biasa melayani ketika di rumah, maka santri otomatis dituntut untuk hidup mandiri. Sifat mandiri ini melekat secara tidak langsung dalam diri seorang santri. Dan ini merupakan modal yang sangat besar untuk menjadi seorang entrepreneur.

Di dunia pesantren, seorang santri tidak hanya dididik tentang pelajaran agama saja, tetapi disamping itu juga, santri di bina karakternya. Baik kedisiplinannya, kemandiriannya, kepemimpinannya, kreativitasnya, kepercayaan dirinya serta tanggung jawabnya.

Untuk menjadi seorang entrepreneur, di butuhkan kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kreativitas, kepercayaan diri serta tanggung jawab. Sifat-sifat ini lah yang sudah melekat langsung dalam diri seorang santri. maka, menjadi santri berarti belajar menjadi seorang entrepreuner. Santri sudah diajarkan dan dibina semenjak dini untuk tumbuh menjadi seorang entrepreuner, atau paling tidak memiliki jiwa entrepreneurship.

Selain sifat-sifat diatas, seorang entrepreuner juga harus memiliki dream yang besar dan visi yang jelas, apa yang ingin dicapai, bagaimana prosesnya, dan apa resiko yang akan dihadapi. Di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, santri dibina untuk menjadi seorang penghafal Qur’an. Tentu bukan hal yang mudah untuk bisa menghafal Qur’an 30 juz, tetapi juga bukan hal yang mustahil.

Butuh niat yang kuat dan kesiapan mental untuk menjalani prosesnya, karena pasti akan muncul rasa bosan, lelah, dan kurangnya semangat dalam proses menghafal. Belum lagi mereka harus bisa melawan keinginan pribadi seperti anak-anak seusia mereka yang bisa bermain gadget atau game sepuasnya. Tetapi dengan disiplin dan niat yang besar, hal-hal seperti itu bisa diatasi, karena dream dan visi mereka adalah menjadi Hafizh Qur ‘an 30 juz.

Syarat-syarat inilah yang sudah mereka miliki sebaagai bekal menjadi entrepreneurship ketika lulus nanti, dengan menjadi seorang entrepreneur mereka bisa berkontribusi untuk keluarga mereka khususnya, umumnya untuk masyarakat luas. Bahkan untuk bangsa dan agamanya. Membuka peluang kerja seluas-luasnya, membangun perekonomian masyarakat hingga membantu lembaga-lembaga kemasyarakataqn yang berorientasi dalam meningkatkan kualitas kehidupan mereka, baik kualitas ekonomi maupun kualitas pendidikan.

lebih luas lagi, para santri ini memang dididik untuk berperan aktif dalam membangun kehidupan bangsa, negara dan agama. Dan memang mereka dipersiakan untuk itu, sebagaimana ungkapan yang sudah sangat familiar dikalangan santri “Khairunnas anfauhmun Linnas’ (Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya).

Author: Ilham